Sabtu, 13 April 2013

CONTOH MAKALAH PROSES TURUNNYA ALQURAAN

PROSES TURUNNYA ALQURAAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    latar Belakang
Selain merupakan amanah yang dibebankan kepada kami oleh Bapak kami Abd. Rahim S.Pd. adapun hal yang memotivasi kami untuk menyusun makalah ini adalah karena pada zaman sekarang ini minat untuk mendalami kitab suci Al-Qur’an semakin menurun dibandingkan era-era sebelumnya, terutama oleh pihak kawula muda yang kebanyakan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan dunia semata-mata.
Padahal Al-Qur’an merupakan satu pedoman hidup bagi seluruh umat muslim yang ada di dunia ini, guna untuk menghadapi dunia yang fana ini. Kebanyakan dari manusia-manusia pula yang tidak mengerti tentang Al-Qur’an akan jauh pula dari Allah SAT. orang-orang seperti ini akan mengalami hidup dengan ketidak tenangan , selalu dirundung rasa was-was dan mudah untuk berputus asa ia tidak berpikir bahwa pelarian yang paling sempurna adalah berlari ke jalan yang di Ridhoi Allah SAT. salah satunya dengan mempelajari Al-Qur’an serta mengamalkannya.

B.     Rumusan Masalah
Ada banyak masalah yang kami angkat dalam makalah ini yang merupakan pertanyaan-pertanyaan manusia yang berawal dari rasa keingintahuan terutama tentang asal-asal  tata cara turunnya Al-Qur’an.
Adapun yang kami angkat dalam makalah ini adalah tentang tata cara Al-Qur’an diturunkan, lamanya Al-Qur’an diturunkan, jenis-jenis ayat serta masih banyak hal yang kami ungkap dalam makalah ini yang merupakan hal-hal yang menjadi tanda tanya bagi sebagian kaum muslimin.
Masalah-masalah tersebut kami paparkan secara detail dan agar supaya lebih mudah untuk dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari

C.    Tujuan Penulisan
Seperti apa yang telah kami paparkan pada bagian latar belakang, bahwa pada zaman sekarang ini minat untuk mempelajari Al-Qur’an semakin berkurang, oleh karena itu, kami harapkan dengan mengetahui sejarah turunnya Al-Qur’an, hati para umat muslim yang membacanya dapat tergerak untuk mempelajarinya lebih dalam dan kelak akan mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Pada era sekarang ini manusia membutuhkan Al-Qur’an sebagai pegangan dan pedoman hidup dalam menghadapi tuntutan globalisasi yang melanda dunia serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kadang-kadang mengantar kita ke jurang kehancuran. Untuk itu kami hadir di tengah-tengah anda sebagai suatu motivator untuk mempelajari Al-Qur’an dengan memaparkan sejarah turunnya kitab terakhir Allah SWT.
Proses turunnya Al-Qur’an adalah suatu hal yang sangat luar biasa yang insya Allah akan menyentuh hati orang-orang yang mau mempelajari sejarahnya. Proses turunnya merupakan adalah keajaiban yang diturunkan oleh Allah SWT. Di tengah-tengah bangsa Arab yang Jahiliyah dan berhasil membimbing manusia melalui kepemimpinan Rasulullah SAW.
Oleh karena itu kami sebagai penulis amat sangat mengharapkan agar supaya makalah kami menjadi suatu referensi bagi anda sekaligus sebagai bekal Tauhid di dunia ini bahkan di akhirat kelak insya Allah.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Cara-Cara Al-Qur’an Diturunkan 
Al-Qur’an diturunkan sedikit-sedikit dan beransur-ansur tidak sekaligus semuanya, kadang lima ayat , sepuluh ayat dan kadang-kadang hanya setengah ayat. Adapun hikmah Al-Qur’an diturunkan beransur-ansur
  1. Al-Qur’an diturunkan menurut peristiwa atau pertanyaan dari para sahabat, ini meneguhkan hati para sahabat, dan mudah diingat menurut kasus yang sedang terjadi
  2. Nabi sebagai seorang ummi tidak bisa menulis dan membaca jadi diturunkan beransur-ansur supaya lebih mudah di hafal dan diamalkan

B.     Makkiah dan Madaniyyah
Masa turunnya Al-Qur’an dibagi kepada dua fase yang masing-masing mempunyai ciri khas masing-masing
1.      Ayat-ayat Makkiah adalah  ayat yang diturunkan sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW, dan kebanyakan pada waktu Nabi bermukim di Mekkah (13 tahun). Adapun ciri-ciri dari pada ayat Makkiah adalah:
a.      Ayatnya mengandung ajaran ketauhidan
b.      Bernilai sastra tinggi, susunan katanya bersyair
c.       Ayatnya kebanyakan pendek-pendek (ayat-ayat Qishar)

2.    Ayat-ayat Madaniyyah adalah ayat-ayat yang diturunkan setelah hijrah Nabi, kebanyakan pada waktu Nabi berada di Madinah walaupun ada ayat turunnya itu di Mekah, contoh surahnya adalah AL-Maidah ayat 3, pada waktu Nabi berhaji wadah.

Adapun ciri-ciri ayat Madaniyyah:
a.      Banyak berisikan tentang tatanan hukum kenegaraan, politik, masyarakat, dan sosial budaya.
b.      Karena menjelaskan hukum-hukum ayat-ayatnya rata-rata panjang-panjang, contohnya surah Al-Baqarah, Ali-Imran dan lain-lain (ayat-ayat Thiwal)

C.    Surah Pertama dan Terakhir Diturunkan
Al-Qur’an diturunkan selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari, dengan fase Makkiah dan fase Madaniyyah. Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan tahun 41 kelahiran Nabi, yang pada waktu itu Rasulullah sementara bertahannus di Gua Hira, ayat yang pertama turun yaitu surah Al-Alaq ayat 1-5, yang bunyinya:

ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ
Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ  zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.


Dan ayat kedua turun adalah surah Al-Mudatsir


$pkšr'¯»tƒ ãÏoO£ßJø9$# ÇÊÈ óOè% öÉRr'sù ÇËÈ y7­/uur ÷ŽÉi9s3sù ÇÌÈ y7t/$uÏOur öÎdgsÜsù ÇÍÈ tô_9$#ur öàf÷d$$sù ÇÎÈ Ÿwur `ãYôJs? çŽÏYõ3tGó¡n@ ÇÏÈ šÎh/tÏ9ur ÷ŽÉ9ô¹$$sù ÇÐÈ

“Hai orang yang berkemul (berselimut), Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, Dan perbuatan dosa tinggalkanlah, Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah”.


Pada fase Madaniyyah (setelah Nabi Hijrah), turunlah ayat yang mengandung aturan (hukum-hukum) baik itu perorangan maupun masyarakat, yang sampai akhirnya turunlah ayat terakhir pada waktu Nabi di Mekkah sementara melaksanakan haji wadah. Adapun bunyi ayat tersebut yakni:
è4 tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYƒÏŠ ÇÌÈ

Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.


D.    Asbabun Nuzul
Asbabun Nuzul adalah sebab (peristiwa atau pertanyaan) sehingga suatu ayat turun. Sedang kegunaan mengetahui Asbabun An-Nuzul adalah mengetahui apa yang dimaksud oleh ayat (hukum Allah) dalam kondisi tertentu, asbab An-Nuzul juga menjadi suatu penolong untuk bisa menafsirkan ayat, contoh Asbab An-Nuzul adalah pada suatu ketika Umar Bin Khattab shalat sementara mabuk lalu membaca surah   Al-Kafirun dan tiada henti-hentinya lalu turunlah ayat:
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Al-Qur’an merupakan pegangan hidup yang mutlak di ketahui oleh seluruh umat muslim yang ada di dunia  ini, setelah merampungkan makalah ini banyak hal yang dapat disimpulkan bahwa ternyata Al-Qur’an diturunkan melalui dua fase bahwa Madaniyyah dan Makkiah yang masing-masing mempunyai ciri-ciri tertentu. Al-Qur’an sendiri diturunkan dalam kurun waktu yang cukup lama yakni 22 tahun 2 bulan 22 hari dan tidak diturunkan secara sekaligus akan tetapi diturunkan secara berangsur-angsur di terima dari Malaikat Jibril dalam bentuk wahyu atau bisikan ke dalam sukma.
Al-Qur’an pertama diturunkan pada 17 Ramadhan tahun 41 kelahiran Nabi di terima di Gowa Hira pada saat Rasulullah bertahannus, ayat yang diterima adalah Surah Al-Alaq : 1-5. Sejarah turunnya Al-Qur’an merupakan suatu hal yang sangat luar biasa kejadiannya, karena membutuhkan waktu yang relatif lama, tentunya  membutuhkan kesabaran serta ketaqwaan yang  kuat oleh Rasulullah dan juga para sahabat yang turun merampungkan Kitab Suci Al-Qur’an tersebut.
Di dalam Al-Qur’an berisi perintah dan larangan yang meningkat keseluruhan umat muslim tanpa pandang status sosial dalam masyarakat, dan Insya Allah menjadi penuntun kearah yang  senantiasa manusia damba-dambakan yaitu kesejahteraan hidup yang hakiki sekaligus sebagai pedoman menuju Ridho Allah di Akhirat kelak.


B.     Saran
Sebagai penulis kami sangat berharap kepada para pembaca agar kiranya bermanfaat makalah ini sebagai literatur untuk mendalami Al-Qur’an sekaligus sebagai jalur menuju Ridho Allah SWT, karena orang yang berada di dalam Ridho Allah SWT akan di segarkan nikmat kepadanya yakni nikmat dunia lebih-lebih nikmat di akhirat.
Pembaca juga disarankan agar bersifat kritis tentang makalah yang kami suguhkan ini. Kami menyadari bahwa apa yang terpapar dalam makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan olehnya saran dan kritikan yang bersifat membangun senantiasa kami nantikan demi kesempurnaan makalah-makalah kami selanjutnya.
Sebelum kami akhiri makalah ini, tak henti-hentinya kami mengajak para pembaca agar senantiasa mengadakan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup ini, tentunya untuk melewatkan waktu tanpa ibadah, yang di dasarkan pada ketidak mengertian tentang agama serta jauh dari Allah SWT, disebabkan oleh jauh pula dari ajaran-ajaran Al-Qu

0 komentar:

Poskan Komentar