Blog Archive

Blog Archive

Powered by Blogger.

Labels

Labels

Pages - Menu

Friday, April 12, 2013

Makalah Ekonomi Islam

Unknown     2:17 AM    



makalah

Ekonomi Islam


BAB I
PENDAHULUAN

Islam adalah agama sempurna yang memuat berbagai persoalan kehidupan manusia baik diungkapkan secara global maupun secara rinci. Di dalam ajaran silam terdapat pengeluaran perilaku manusia. Baik katainnya dengan Tuhan-Nya maupun kaitannya dengan sesama manusia salah satu bentuk dari hubungan antara sesama manusia adalah kegiatan ekonomi, dalam bagian yang komprehensif Islam telah menerangkan tentang aturan–aturan perekonomian baik di dalam produksi, distribusi, dan konsumsi.
Dalam perkembangan dewasa ini ada dua sistem ekonomi yang paling berpengaruh di dunia yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi kapitalis lebih memprioritaskan individu dari pada kelompok, sedangkan sistem ekonomi sosialis telah memprioritaskan kepentingan negara dari pada kepentingan individu sistem ekonominya dengan mempergunakan moral dan hukum bersama untuk menegakkan bangunan suatu sistem yang praktis.  


BAB III
PEMBAHASAN

A.    Pandangan Islam Tentang Pranata Kehidupan
Islam adalah agama sempurna yang memuat berbagai persoalan kehidupan manusia, baik diungkapkan secara global maupun secara rinci. Secara substantif ajaran silam yang diturunkan Allah SWT. Kepada Rasulullah SAW. Terbagi kepada tiga pilihan, yakni aqidah syariah dan akhlaq.
Ajaran Islam yang mengatur perilaku manusia, baik dalam kaitannya dengan makhluk dengan Tuhannya maupun dalam kaitannya  sebagai sesama makhluk.
Sistem ekonomi kapitalis lebih memprioritaskan individu dari pada kelompok, sedangkan sistem ekonomi sosial lebih memprioritaskan kepentingan negara dari pada kepentingan individu
Berbeda dengan kedua sistem ekonomi di atas, Islam menerapkan sistem ekonominya dengan mempergunakan moral dan hukum bersama untuk menegakkan bangunan sistem yang praktis. Berkenaan dengan prioritas, Islam mengetengahkan konsep keseimbangan antara kepentingan individu (khusus) dan kepentingan negara (umum) yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah
Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa ekonomi menurut Islam merupakan sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang disimpulkan dari Al-Qur’an al-sunnah, dan merupakan bangunan yang didirikan di atas landasan-landasan tersebut sesuai dengan tiap lingkungan dan masa.
Prinsip-prinsip utama yang diketengahkan Islam berkenaan dengan sistem ekonomi adalah berkenaan dengan hajat manusia terhadap ekonomi, ciri-ciri ekonomi Islam, dan kebebeasan ekonomi menurut Islam. Selain hal-hal tersebut, Islam dengan Al-Qur’an dan Al-Sunnahnya juga menyinggung persoalan-persoalan Islam, hak milik menurut Islam, akad dan pendayagunaan harta.
Konsep Islam tentang hakikat manusia menegaskan bahwa manusia itu adalah makhluk Allah, yang Allah menjadikan kepada pandangan manusia kecintaan kepada segala sesuatu yang diingini syahwatnya. Namun demikian, Islam memperkenalkan manusia dengan menjelaskan pula fungsinya, yaitu di samping sebagai abid  yang bertugas untuk beribadah kepada-Nya, juga sebagai khalifah yang bertugas mengurus bumi dengan seluruh isinya dan berkewajiban  untuk memakmurkannya sebagai amanah dari Allah.
Konsep manusia itu sangat menentukan terhadap jalan yang ditempuh manusia dalam upaya merealisasikan, dan membagi-bagikan kebutuhan manusia ini dinamakan dengan ekonomi. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa konsep Islam dalam kegiatan ekonomi tidak hanya bertujuan untuk kehidupan dunia semata, tetapi bertujuan pula untuk kehidupan akhirat.
Selain itu, ekonomi menurut Islam memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari sistem ekonomi hasil penemuan manusia. Di antara ciri-ciri tersebut adalah, bahwa ekonomi merupakan bagian dari sistem Islam secara integral dan ekonomi menurut Islam merealisir keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan umum. Ciri yang pertama merupakan ciri pembeda dengan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis, di aman sistem kapitalis lebih mendahulukan kepentingan individu dan sistem sosial lebih mendahulukan kepentingan umum, sekalipun hak individu harus diangkat
Seiring dengan itu, Islam juga memberikan kebebasan kepada individu dalam berekonomi, tidak seperti yang ditekankan oleh sistem sosialisme; tetapi, Islam juga tidak melepaskan tanpa kendali seperti yang dilakukan oleh sistem kapitalis. Hal ini berarti bahwa kebebasan ekonomi menurut Islam adalah kebebabasan yang terikat. Artinya, Islam tidak mengizinkan kepada individu kebebasan yang mutlak, tetapi mengikatnya kebebasan itu dengan batasan-batasan dari nilai-nilai syariat
Dalam upaya menyempurnakan pengukuhan Islam terhadap kebebabasan ekonomi, Islam telah wewenang kepada negara untuk ikut campur dalam fungsionalisasi sistem ekonomi Islam. Negara berkewajiban melindungi kepentingan masyarakat dari tindakan sewenang-wenang kaum pemodal, kaum pedagang dan sebagainya. Selain itu, negara juga berkewajiban untuk memelihara keselamatan masyarakat juga berkewajiban untuk memelihara keselamatan masyarakat dan mencegah hal-hal  yang tidak baik dipengaruhi dalam kehidupan masyarakat, serat negara berkewajiban mengajak masyarakat untuk berbuat kebajikan, memerintah yang makruf dan mencegah yang munkar.
Kesadaran untuk mengaplikasikan sistem ekonomi Islam, tampak semakin hari semakin kentara. Pengaplikasian sistem ekonomi Islam itu tidak hanya dilakukan di negara-negara yang bukan mayoritas penduduknya non-muslim. Dengan demikian, dapat dinyatakan pula bahwa pengaplikasian sistem ekonomi Islam bukan karena muslimnya, melainkan karena sistemnya yang dirasakan bermanfaat.
     
B.     Sistem Ekonomi Islam
Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa dewasa ini ada dua sistem ekonomi yang dianut oleh umat manusia di dunia, yang sistem ekonomi Kapitalis dan sistem ekonomi Sosialis. Sistem ekonomi Kapitalis banyak dianut oleh negara-negara yang berada di Benua Asia, sedangkan sistem ekonomi sosialis banyak dianut oleh negara-negara yang berada di belahan Eropa Timur dan beberapa negara Asia.
Menurut sebagai pengamat ekonomi, khususnya ekonomi muslim, saat ini masyarakat dunia telah mengalami kejenuhan dengan kedua sistem ekonomi tersebut. Selain itu, dengan mengembangkan kedua sistem ekonomi itu dunia semakin hari semakin tidak teratur, yang pada gilirannya melahirkan negara-negara yang semakin hari semakin kaya di satu sisi dan melahirkan negara-negara yang semakin miskin di sisi lain. Dengan kata lain, dengan menjalankan kedua sistem ekonomi tersebut melahirkan ketidakseimbangan dalam perkembangan ekonomi.
    
C.    Konsep Islam tentang Produksi, Distribusi, dan Konsumsi
Di dalam sebuah sistem ekonomi terdapat tiga unsur yang keberadaannya menjadi karakteristik dari sistem ekonomi yang bersangkutan. Ketiga unsur tersebut adalah produksi, distribusi, dan konsumsi. Di bawah ini akan dijelaskan ketiga unsur tersebut dalam perspektif Islam.


1.      Produksi
Produksi dapat diartikan dengan upaya manusia menciptakan kekayaan dengan cara memanfaatkan sumber alam. Dalam produksi terdapat empat faktor yang paling penting yaitu
Ø  Faktor alam
Ø  Faktor tenaga kerja
Ø  Faktor modal
Ø  Faktor manajemen

2.      Distribusi
Sebenarnya, distribusi merupakan kegiatan ekonomi lebih lanjut dari kegiatan produksi. Hal produksi yang diperoleh kemudian disebarkan dan dipindahtangankan dari satu pihak ke pihak lain. Mekanisme yang digunakan dalam distribusi ini tiada lain adalah dengan cara pertukaran (mubadalah) antara hasil produksi dengan hasil produksi lainnya atau antara hasil produksi dengan alat tukar (uang). Di dalam syariat Islam bentuk distribusi ini dikemukakan dalam pembahasan tentang aqad (transaksi)

3.      Konsumsi
Konsumsi bisa berarti mengambil manfaat atau menggunakan barang-barang jadi dari hasil produksi. Kegiatan konsumsi pada hakikatnya adalah kegiatan penyeimbang dari kegiatan produksi, artinya, kegiatan produksi tidak akan mengandung arti apa-apa bagi kehidupan manusia bila tidak dibarengi dengan kegiatan konsumsi. Sebab, pada akhirnya kegiatan produksi dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen.
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Di dalam perkembangan ekonomi, terdapat dua sistem ekonomi yang paling berpengaruh di dunia, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Dari kedua sistem ekonomi tersebut Islam muncul dengan sistem ekonominya dengan mempergunakan moral dan hukum berjama untuk menegakkan sistem yang praktis yang disebut dengan sistem ekonomi Islam adalah berkenaan dengan prinsip-prinsip utama yang diketengahkan berkenaan dengan hajat hidup manusia terhadap ekonomi Islam dan kebebasan ekonomi menurut Islam yang sesuai pada Al-Qur’ann dan hadis
Persoalan-persoalan-persoalan yang berkenaan dengan masalah ekonomi telah disinyalir dalam Islam. Sehingga bisa disimpulkan bahwa aturan Islam tentang ekonomi termasuk aturan yang sempurna dan lengkap. Oleh karena itu, pengaplikasian sistem ekonomi dalam tatanan perekonomian umat kemungkinan bisa akan lebih membawa kepada kesejahteraan dan kemaslahatan ummat sendiri. Pengaplikasian sistem ekonomi Islam itu tidak hanya dilakukan di negara-negara yang mayoritas penduduknya non-muslim. Dengan demikian, dapat dinyatakan pula bahwa pengaplikasian sistem ekonomi Islam bukan karena muslimnya, melainkan sistemnya yang dirasakan bermanfaat.    

0 comments :

© 2011-2014 TUGAS-TUGAS KAMPUS. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.