Blog Archive

Blog Archive

Powered by Blogger.

Labels

Labels

Pages - Menu

Saturday, April 27, 2013

ORIENTASI UMUM

Unknown     11:45 AM    



BAB I
ORIENTASI UMUM
  1. Latar Belakang Ilmu Budaya Dasar
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
1)      Kenyataan bahwa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa , dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
2)      Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya.
3)      Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya.
  1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah ilmu yang membahas produk karya (cipta, rasa dan karsa) manusia.  Ilmu budaya dasar  adalah suatu pengetahuan yang manelaah barbagai masalah kemanusiaan dan budaya.
Adapun tujuannya adalah:
1)      Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkunganbudaya sehingga mereka akan lebih mudah menguasai diri dengan lingkungan yang baru.
2)      Memberi kesempatan kepada manusia untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masala kemanusiaan dan budaya.
3)      Sebagai calon pemimpin bangsa ban negara, serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing.
Defenisi tentang pengetahuan budaya;
            Pengetahuan budaya adalah pengatahuan yang mencakup kaehlian seni dan filsafat. Keahlian ini dapat dibagi dalam keahlian-keahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa, dan lain-lain.
  1. Ruang Lingkup  Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar di identik dengan basic humanities. Humanities berasal dari kata latin humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus. Ilmu budaya dasar atau basic humanities tidaklah identik dengan the humanities atau pengetahuan budaya yang mencakup keahlian filsafat dan seni yang dapat dibagi-bagi lagi kedalam berbagai bidang keahlian seperti seni sastra, seni tari, seni rupa dll. Jadi ilmu budaya dasar bukanlah ilmu tentang berbagai budaya, melainkan pengertian dasar dari pengertian umumnya tentang konsep-konsep dan teori-teori budaya yang di kembangkan untuk menjadi masalah-masalah kebudayaan.
  1. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan dari ilmu budaya dasar adalah sebagai berikut:
1.      Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja.
2.      Mengenal prilaku diri sendiri maupun orang lain.
3.      Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup.
4.      Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu prilaku manusia.
5.      Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta prilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya.
6.      Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya.
  1. Ilmuh Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar
1.      Ilmu Alamiah Dasar adalah ilmu yang membahas hubungan manusia dengan alam.
2.      Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang membahas produk atau karya (cipta, rasa dan kasa) manusia.
3.      Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu yang membahas hubungan manusia dengan manusia serta manusia dengan lingkungan.
  1. Hubungan Antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu-ilmu eksak
Untuk menghadapi permasalahan pendidikan umum maka diselenggarakanprogram-program pendidikan umum diperguruan tinggi yang bertujuan:
1)      Membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.
2)      Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka berfikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran ahli-ahli berbagai ilmu pengetahuan sehingga memudahkan mereka berkomunikasi.
Gejala dan masalah budaya tidak dapat dirumuskan secara mutlak dan eksak, karena adanya variasi aspek-aspek kehidupan yang berinterrelasi satu sama lain tidak sama, berbeda dengan ilmu eksak, ilmu eksak adalh ilmu yang pasti.
Contoh perbedaan wilayah dan tingkat pendidikan penduduk suatu masyarakat sudah akan memberikan karakteristik kepada gejala dan masalah budaya setempat.














BAB II
KEBUDAYAAN DAN PERADABAN

A.   Pengertian Kebudayaan dan Peradaban
Menurut Koetrajaningrat dalam Marham Muhammadiyah (2009:30) mengemukakan bahwa “Kebudayaan merupakan keselarasan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu”. Atau kebudayaan adalah keseluruhan dari apa yang pernah dihasilkan oleh manusia karena pemikiran dan karyanya. Jadi, apabila disimpulkan , kebudayaan itu meliputi pemikiran manusia dan karya atas dasar pemikirannya itu.
Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan ilmu teknik. Peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang bertujuan untuk memudahkan dan mensejahterakan hidup.
Hubungan antara peradaban dan kebudayaan keduanya menentukan perbedaan, yaitu ternyata manifestasi cara berfikir dan merasa untuk mempraktiskan dan memberikan comport dalam kehidupan.
B.   Wujud Kebudayaan dan Unsur- Unsurnya
Menurut prof. Dr. Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam, yaitu:
1)      Wujud kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya.
2)      Wujud kebudayaan sebagai kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3)      Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Ketiga wujud kebudayaan tersebut di atas dalam kehidupan masyarakat tidak terpisah antara satu dengan yang lainnya. Kebudayaan ideal dan addat-istiadat mengatur dan mengarahkan tindakan manusia baik gagasan, tindakan dan karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan secara fisik. Sebaliknya benda-benda fisik membentuk lingkungan hidup tertentu yang makin menjauhkan manusia dari lingkungan alamnya sehingga bisa mempengaruhi pola fikir dan berbuatnya.
Adapun unsur-unsur kebudayaan yang besifat universal yang dapat kita sebut sebagai isi pokok kebudayaan di dunia ini, yaitu:
1)      Sistem religi dan upacara keagamaan
2)      Sistem dan organisasi kemasyarakatan
3)      Sistem pengetahuan
4)      Bahasa
5)      Kesenian
6)      Sistem mata pencaharian hidup
7)      Sistem teknologi danperalatan
Unsur-unsur kebudayaan sudah ada sejak ada manusia, hanya bentuknya  masih sederhana dibandingkan dengan zaman sekarang.
C.   Hubungan antara Manusia, masyarakat dan kebudayaan
1.     Hubungan manusia dengan masyarakat
Manusia hidupnya selalu didalam masyarakat. Hal ini bukan hanya sekedar ketentuan semata-mata, melainkan mempunyai arti yang lebih dalam, yaitu bahwa hidup bermasyarakat itu adalah rukun bagi manusia agar benar-benar dapat mengembangkan budayanya dan mencapai kebudayaannya. Tanpa masyarakat hidup manusia tidak dapat menunjukkan sifat-sifat kemanusiaannya.
2.     Hubungan manusia dengan kebudayaan
Dipandang dari sudut antropologi, manusia dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu: manusia sebagai makhluk biologi dan manusia sebagai makhluk sosial budaya. Sebagai makhluk biologi, manusia dipelajari dalam ilmu biologi atau anatomi dan sebagai makhluk sosial budaya manusia dipelajari dalam antropologi budaya.
3.     Hubungan masyarakat dengan kebudayaan
Dalam masyarakat manusia selalu memperoleh kecakapan, pengetahuan-pengetahuan baru. Mmanusia dan kebudayaan sangat erat hubungannya . kebudayaan tak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat, dan eksistensi masyarakat itu hanya dapat dimungkingkan oleh adanya kebudayaan.
4.     Hubungan manusia, masyarakat dan kebudayaan
Manusia, masyarakat, dan kebudayaan merupakan satuy kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam artinya yang utuh. Karena ketiga unsur itulah kehidupan makhluk sosial berlangsung. Seorang manusia yang tidak pernah mengalami hidup bermasyarakat, tidak dapat menunaikan bakat-bakat manusianya yaitu mencapai kebudayaan. Dengan kata lain di mana orang hidup bermasyarakat, pasti akan timbul kebudayaan.
D.   Masalah  Kebudayaan Soal Kehidupan
Apa bila membandingkan mmakhluk yang berkebudayaan dengan makhluk yang tidak berkebudayaan, yaitu antara manusia dan hewan. Dippandang dari ilmu hayat, Huksley menyimpulkan perbedaan itu dalam pokok-pokok:
1)      Manusia mempunyai otak yang sempurna yang memberi kemungkinan untuk berfikir, bicara, belajar, dan menggunakan alat-alat.
2)      Manusia sata-satunya makhluk yang tegak lurus.
3)      Manusia satu-satunya makhluk yang memerlukan masa pertumbuhan yang sama.
4)      Jumlah emrio pada manusia kebanyakan satu.
5)      Manusia tidak mempunyai rambut penutupp badan.
Manusia mengubah alm dengan cipta, laku dan perbuatannya. Alam, di mana tidak ada bekas tangan manusia. Dan perbuatan manusia bergantung pada jiwanya. Kebudayaan adalah jiwa, dengan berpangkal kepada kejiwaan, dapat disusun  satu definisi yang akan menjadi rumusan pengertian kebudayaan.
7 fase yang dilakuka dalam kehidupan, yaitu:
1.      Bidang sosial
2.      Bidang ekonomi
3.      Politik
4.      Pengetahuan
5.      Teknik
6.      Kesenian
7.      Filsafat dan agama
Tiap-tiap cabang kebudayaan tersebut bersumber pada pikiran atau perasaan, atau pada kedua-duanya. Dengan perkataan lain: sumber pada jiwa.


BAB III
MANUSIA DAN CINTA KASIH

  1. Makna Kasih Sayang
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah tangga keluarga itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih-mengasihi atau salinh menumpuhkan kasih sayang.
Kasih sayang dialami oleh setiap manusia, karena kasih sayang merupakan  bagian hidup manusia. Sejak lahir anak telah mengenal kasih sayang, meskipun ada pula kelahiran anak tidak diharapkan, namun hal ini termasuk pengecualian. Kelahiran anak tidak diharapkan, umumnya bukan lahir karena kasih sayang
Kasih sayang yang berlebihan cenderung merupakan pemanjaan. Pemanjaan anak berakibat kurang baik, karena umumnya anak yang dimanjakan menjadi anak yang sombong, pemboros, tidak saleh, dan tidak menghormati orang tua.
  1. Kasih Sayang Dalam Keluarga
Bila percintaan pria dan wanita diakhiri dengan perkawinan maka di dalam kehidupan berumah tanggah keluarga ini akan menemukan kebahagiaan mereka. Cinta yang semula hanya terbatas antara pasangan muda- mudi, kini berkembang dengan kasih sayang terhadap sibuyung yang mungil.
Dangan membangun kasih sayang yang erat dalam keluaga maka setidak-tidaknya kita mempunyai tempat damai dan teduh di dalam kemelutnya persoalan hiddup. Wanita membangun keluaganya dengan menanamkan kasih sayang yang lebih kokoh lagi.

  1. Makna Kemesraan
Kemesraan adalah hubungan akrab antara pria dan wanita atau suami dan istri. Kemesraan merupakan bagian hidup manusia. Kemesraan pada umumnya merupakan perwujudan kasih yang mendalam.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan merupakan perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreatifitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Hubungan yang akrabdituangkan dalam bentuk seni misalnya seni pahat, seni patung, seni lukis, seni sastra, dan sebagainya sesuai bakatnya.dalam seni tari berbagai daerah mengenal bentuk tari kemesraan seperti tari “karonsih” dari jawa tengah.
  1. Makna Pemujaan
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan yang sebenarnya. Penyebab hal itu terjadi adalah karena Tuhan pencipta alam semesta. Seperti dalam surat Al Furqan ayat 59-60 yang menyatakan : “Dia menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa di antara keduanya dalam enam rangkaian enam massa, kemudian Dia bertahta di atas singgah sanaNya. Dia maha pengasih, maka tanyakanlah kepadaNya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui”.Selanjutnya ayat 60 “bila dikatakan kepada mereka sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih”.
1.     Cara pemujaan
Dalam kehidupan manusia terapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Sembahyang di rumah, di masjid, di gereja, di pura, di candi, bahkan di tempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
2.     Tempat pemujaan
Masjid, gereja, candi, pura lan lain-lain lagi adalah tempat manusia berkomunikasi dengan TuhanNya atau yang dianggap Tuhan. Di tempat-tempat itu dianggap Tuhan “berada”, karena itu umat islam mengatakan mesjid sebagai “rumah Allah”, maka wajarlah tempat-tempat itu dibuat sebagus mungkin, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan karena tempat it dianggap suci maka tidak pantas dan wajar bila tempat-tempat itu dipergunakan untuk segala keperluan, kecuali keperluan untuk membesarkan nama Tuhan.
  1. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan
Pemujaan kepada Tuhan merupakan manifestasi cinta kepada Tuhan. Cinta membangkitkan daya kreatifitas. Pengertian dasar kreatifitas adalah menciptakan, menemukan, barkarya, mencari bentuk-bentuk yang dapat mewujudkan hubungan yang misterius. Dalam mencari bentuk-bentuk pemujaan dapat berupa: sembahyang sebagai media berkomunikasi, membangun tempat beribadah yang seindah mungkin, menciptakan lagu, puisi, novel, film, dan sebagainya.
  1. Makna belas Kasihan
                Dalam cinta selama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta di sini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkit tua, tua dan sakit-sakitan,yatim, yatim-piatu, penyakit yyang dideritanya, dan sebagainya.
            Dari surat Al-Qalam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan adalah perbuuatan orang yyang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.
            Dalam surat yohannes dijelaskan ada 3 macam cinta: pertama, cinta agape ialah cinta manusia kapada Tuhan. Kedua, cinta philia ialah cinta kepada ayah-ibu (orang tua) dan saudara. Dan ketiga, cinta eros atau amor ialah cinta antara pria dan wanita.
Cara-cara menumpahkan belas kasihan
                Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan tergantung pada situasi dan kondisi. adsa yang memberikan uang, barang, pakaian, makanan, dan sebagainya. belas kasihan kepada sesama merupakan pada hakikatnya adalah cinta kasih kepada sesama. Yang berarti menjalankan ajjaran agama. Bahwa kita wajib mencintai sesama berarti orang itu berbudi.



0 comments :

© 2011-2014 TUGAS-TUGAS KAMPUS. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.